Memahami Research Design, Research Method, dan Research Problem: #1 Memilih Research Design

Terms of Use:
Konten ini milik Elingway: Learning Any Language Differently.
Anda boleh mempublikasikan sebagian atau seluruh konten ini dengan syarat:
Cukup dengan menyertakan link pada tulisan tersebut dan/atau mengutip alamat konten ini.
Copyright © 2023 Karin Sari Saputra. All rights reserved. 

Tidak menemukan topik belajar Bahasa Inggris yang Anda cari? Ketikkan yang Anda cari di kolom pencarian untuk mencari konten di karinsarisaputra.com

Dapatkan konten terbaru belajar Bahasa Inggris yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda.

Research Writing Series

Memilih Research Design

Research Design atau Rancangan Penelitian yang dapat kita pahami terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: (1) penelitian kualitatif, (2) kuantitatif, dan (3) metode campuran.

Ada tiga istilah yang lumrah dan familiar kita temui ketika memulai penelitian, yaitu prosedur penelitian yang biasa disebut rancangan penelitian (research design), metode penelitian (research method) tentang pengumpulan, analisis, dan interpretasi data, dan masalah penelitian (research problem) tentang yang ingin diteliti.

Saya akan mulai dengan membahas rancangan penelitian (research design). Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada tiga jenis rancangan penelitian: kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran. Awalnya, dengan adanya pembagian tiga jenis rancangan penelitian ini, saya mengira ketiganya merupakan entitas yang berdiri sendiri. Kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak dipandang sebagai antitesis atau dikotomi yang saling bertentangan; keduanya hanya merepresentasikan hasil akhir yang berbeda, namun tetap dalam satu continuum (Newman & Benz, 1998). Sebagai contoh, penelitian yang saya teliti dapat dikatakan hanya akan lebih kualitatif ketimbang kuantitatif, atau sebaliknya. Sementara itu, metode campuran (mixed-methods) berada di tengah continuum tersebut karena penelitian ini melibatkan unsur-unsur dari pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif sering kali dijelaskan berdasarkan bentuk-bentuknya yang menggunakan kata-kata (kualitatif) dan yang menggunakan angka-angka (kuantitatif), atau berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang tertutup (hipotesis kuantitatif) dan yang terbuka (hipotesis kualitatif).

Padahal, gradasi perbedaan antarkeduanya sebenarnya terletak pada asumsi filosofis dasar yang dibawa oleh peneliti ke dalam penelitiannya, jenis-jenis strategi penelitian yang digunakan peneliti sepanjang penelitiannya (seperti, strategi eksperimen kuantitatif atau strategi studi kasus kualitatif, dan metode-metode spesifik yang diterapkan peneliti untuk melaksanakan strategi-strategi tersebut (seperti, pengumpulan data secara kuantitatif dalam bentuk instrumen versus pengumpulan data secara kualitatif melalui observasi lapangan).

Definisi “rigid” atas ketiga istilah penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode-campuran ialah sebagai berikut.

Penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang—oleh sejumlah individu atau sekelompok orang—dianggap berasal dari masalah sosisal atau kemanusiaan. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting, seperti mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan prosedur-prosedur, mengumpulkan data yang spesifik dari para partisipan, menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ke tema-tema umum, dan menafsirkan makna data. Laporan akhir untuk penelitian ini memiliki struktur atau kerangka yang fleksibel. Siapa pun yang terlibat dalam bentuk penelitian ini harus menerapkan cara pandang penelitian yang bergaya induktif, berfokus pada makna individual, dan menerjemahkan kompleksitas suatu persoalan.
Penelitian kuantitatif merupakan metode-metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antarvariabel. Variabel-variabel ini diukur—biasanya dengan instrumen-instrumen penelitian—sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-prosedur statitistik. Laporan akhir untuk penelitian ini pada umumnya memiliki struktur yang ketat dan konsisten mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan. Seperti halnya para peneliti kualitatif, siapa pun yang terlibat dalam penelitian kuantitatif juga perlu memiliki asumsi-asumsi untuk menguji teori secara deduktif, mencegah munculnya bias-bias, mengontrol penjelasan-penjelasan alternatif, dan mampu menggenaralisasi dan menerapkan kembali penemuan-penemuannya.
Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang melibatkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif, penggabungan dua bentuk data, dan penggunaan rancangan berbeda, yang dapat melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan kerangka kerja toeretis. Asumsi inti dari penelitian bentuk ini adalah kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang memberikan pemahaman lebih lengkap dariapada hanya satu pendekatan saja dalam perumusan masalah penelitian.

NANTIKAN RESEARCH WRITING SERIES BERIKUTNYA

Tersedia Bimbingan dan Referensi Bacaan

(*) Informasi Daftar Acuan
Silakan tanyakan pada kolom komentar untuk sumber acuan yang dipakai pada tulisan ini.

Leave a comment