Bolehkah Berasumsi dalam Melakukan Pendekatan Penelitian?

Terms of Use:
Konten ini milik Elingway: Learning Any Language Differently.
Anda boleh mempublikasikan sebagian atau seluruh konten ini dengan syarat:
Cukup dengan menyertakan link pada tulisan tersebut dan/atau mengutip alamat konten ini.
Copyright © 2023 Karin Sari Saputra. All rights reserved. 

Tidak menemukan topik belajar Bahasa Inggris yang Anda cari? Ketikkan yang Anda cari di kolom pencarian untuk mencari konten di karinsarisaputra.com

Dapatkan konten terbaru belajar Bahasa Inggris yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda.

Research Writing Series

Menurut saya ketika seorang penulis sedang membuat tulisan penelitian dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang memadai, dalam batasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka penulis berhak menuangkan pernyataan-pernyataan berupa pemikiran dan asumsi tanpa harus khawatir menurunkan validitas atas pandangan yang diyakininya. Penelitian akan jauh berkembang apabila akademisi dapat membuang arogansi ukuran kapasitas dan kepantasan tentang suatu pernyataan kepakaran teoretis lebih layak daripada praktis.

Hal tersebut selaras dengan bahasan tiga komponen penting dalam rancangan penelitian yang dikemukakan oleh Creswell (2014) (*), yaitu bahwa pendekatan penelitian melibatkan asumsi-asumsi filosofis dan metode-metode atau prosedur-prosedur yang berbeda-beda. Pendekatan penelitian secara luas adalah rencana atau proposal untuk melaksanakan penelitian, melibatkan titik pertemuan filosofis, rancangan-rancangan penelitian, dan metode-metode tertentu. Bagaimana pun, dalam kurikulum yang memiliki jalur berbasis riset tetap menjadi hal wajib untuk menyelenggarakan mata kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Metodologi Penelitian sebagai landasan merencanakan penelitian.

Awalnya saya menyadari bahwa tidak banyak akademisi yang memahami korelasi mata kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan di awal perkuliahan dengan keseluruhan studi yang sedang mereka jalani. Padahal memahami Filsafat Ilmu Pengetahuan sangat berperan penting. Alasannya, para peneliti perlu mempertimbangkan tiga komponen penting, yaitu: (1) asumsi-asumsi pandangan dunia (worldview) filosofis yang mereka bawa ke dalam penelitiannya, (2) rancangan penelitian yang berhubungan dengan pandangan-dunia tersebut, dan (3) metode-metode atau prosedur-prosedur penelitian spesifik yang dapat menerjemahkan pendekatan tersebut ke dalam praktik.

Artinya, sebagai seorang peneliti seyogianya memperjelas gagasan-gagasan filosofis yang mereka ekspos. Penjelasan ini tentu akan menerangkan alasan mengapa mereka perlu memilih pendekatan kualitatif, kuantitatif, atau metode campuran untuk penelitian mereka. Pandangan-dunia ini sering kali dipengaruhi oleh bidang keilmuan yang menjadi konsentrasi mahasiswa, kepercayaan para pembimbing dan pihak fakultas terhadap bidang tersebut, dan pengalaman-pengalaman penelitian sebelumnya.

Ada empat pandangan-dunia yang akan dibahas pada tulisan berikuntya: post-positivisme, konstruktivisme, transformatif, dan pragmatisme.

NANTIKAN RESEARCH WRITING SERIES BERIKUTNYA

Tersedia Bimbingan dan Referensi Bacaan

(*) Informasi Daftar Acuan
Silakan tanyakan pada kolom komentar untuk sumber acuan yang dipakai pada tulisan ini.

Leave a comment