Jessamyn, Bunga yang Harum (1)

Ya Allah, aku berlari kencang sekali. Tali pelana yang mengekangku sudah terlepas, aku merasakan nafas yang terus memburu dan keringat yang menetes tiada henti dari dahiku. Tapi, aku sedang berlari ke mana? Apakah tujuan ini yang benar-benar akan menghantarkanku pada kebahagiaan? Sudahlah. Perasaan ini tidak mungkin aku dapatkan kalau aku tidak bebas seperti saat ini. Ya Allah, apakah ini jawaban dari doaku?

Mimpi itu lagi.

Sepertinya mungkin inilah puncak dari rasa lelahku. Aku harus bagaimana?

“Je, bangun. Kamu Subuh telat terus.”

Aku menghela nafas panjang. Ibuku benar. Setiap pagi, aku hanya bisa menyesali diri kenapa tabiat buruk berulang dan terus berulang lagi. Apanya yang berubah sih, Je? Keluhku dalam hati.

Ya Allah, maafkan aku. Bagaimana aku bisa lebih berarti pada dunia yang bahkan sulit sekali untuk mengubah diriku sendiri. Ya Allah, tapi aku memang berniat memperbaiki hubunganku ini dengan-Mu. Untuk kesekian kalinya aku sedang menyakinkan diriku sendiri bahwa aku tidak sedang berbohong kepada-Nya atau kepada hatiku.

Apakah hidup ini masih menawariku suatu bentuk kebahagiaan yang membuatku bisa lebih berarti lagi? Ya ampun, Je. Stop. Gue ini kenapa sih. Selalu begini. Pagi-pagi, pikiran gue sudah berat dengan memikirkan jawaban pertanyaan yang absurd. Tidak jelas, Je! Gue rasa, gue mulai kehilangan diri gue sendiri. Gue semakin tidak mengerti. Tapi, gue masih bisa bertahan karena-Mu, ya Allah. Walau sedikit dan berantakannya nilai ibadah gue dengan Rabb, Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, gue sampai saat ini masih mampu bertahan, at least, gue tidak membuat keadaan semakin memburuk.

Gue terlalu banyak membuat kebohongan dan masalah terbesar gue ialah berbohong kepada-Nya. Padahal gue tahu, hati gue ini sebenarnya berkata apa dan bermaksud apa sudah ketahuan akan berujung ke mana. Gue naif. Gue sebenarnya sedang membayangkan saja sih. Kalau ruangan gue sudah benar-benar telanjur super parah berantakan, apa yang bakal gue bereskan dulu ya untuk membuatnya kembali bagus, rapi dan nyaman seperti semula?

Masa iya gue tinggalkan saja ruangan gue itu. Gue lari dari kenyataan dong. Lagipula ruangan yang gue punya, yang setiap harinya gue pakai dan butuhkan, hanya itu. Lantas? Mau tidak mau gue memang harus membereskannya. But, tell me. What is the first thing that I need to do, kind people?

Yang harus gue yakini saat ini, saat di mana gue dalam pencarian menuju kepada-Mu, gue harus yakin, gue tidak boleh mengulang rutukan saat itu. Kali ini gue harus lulus ujian.

Gue mulai dari mana ini. Pertanyaan sederhana yang sangat memusingkan, sehingga gue malah tidak bergerak sama sekali. Gue jadi tidak punya tujuan.

Intinya, mudah saja Je. Elo keluarkan apa yang ada di pikiran elo dan elo ungkapkan apa yang jadi keinginan dan mimpi-mimpi elo. Ingat Je, elo bakal terus-menerus merasa kelelahan kalau elo hidup di kehidupan orang lain bukan di kehidupan diri elo sendiri, Je.

Tapi..

Apa? Elo mau ungkit hal-hal buruk yang terjadi sama elo? Memangnya, tidak ada hal baik yang terjadi sama elo sampai elo malah fokus ke hal yang buruk? Je, elo harus sadar inilah hidup. Elo akan belajar dari hal-hal buruk yang elo alami, tapi bukan untuk buat elo semakin terpuruk dan malah jauh dari-Nya. Peribadahan elo jadi hampa, tidak merasakan kekhusyukkan. Elo senang merasakan hal itu, Je?

Kapan elo bisa mengungkapkan keinginan elo dengan menyakinkan bahwa elo bertanggung jawab atas pilihan elo sendiri, Je. Wajar, Je kalau orang-orang terdekat elo bahkan tidak memberikan kepercayaan penuh ke elo dan masih dalam aturan serta intervensi mereka kalau elo masih tidak mampu bersikap dan mengambil keputusan, Je. Mau sampai kapan, Je? Sesungguhnya masalah elo adalah bukan cara komunikasi elo yang berantakan itu yang menjadi masalah utama, melainkan tanggung jawab, Je.

Masalah elo itu tanggung jawab. Dan tanggung jawab itu harus diperlihatkan dengan tindakan elo. Tindakan elo yang sejauh ini memiliki nilai bagus itu, elo bisa survive di tempat orang lain seorang diri. Selebihnya, elo itu tidak bertanggung jawab, Je. Elo adalah orang yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak profesional yang pernah gue nilai dan gue sampaikan di sini, Je.

Sekarang, tugas elo ialah cari tahu apa itu definisi tanggung jawab dan bagaimana elo melakukan tindakan yang penuh rasa tanggung jawab, Je. Dan jangan coba-coba elo mulai melangkah tanpa tentu arah kalau elo belum memahami benar apa itu tanggung jawab. Elo harus mendengarkan gue, Je!

My goodness..

Ya Allah, hamba sangat bersyukur masih diberikan suara hati yang memberikanku jalan keluar dalam keputusasaan dan kebingunganku sekarang. OK, tanggung jawab ya. Gue bakal cari tahu apa itu tanggung jawab.

•••

1

Karin Sari Saputra


Discover more from Karin Sari Saputra

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply