Terms of Use: Konten ini milik Elingway: Learning Any Language Differently. Anda boleh mempublikasikan sebagian atau seluruh konten ini dengan syarat: Cukup dengan menyertakan link pada tulisan tersebut dan/atau mengutip alamat konten ini. Copyright © 2022 Karin Sari Saputra. All rights reserved.
Tidak menemukan topik belajar Bahasa Inggris yang Anda cari? Ketikkan yang Anda cari di kolom pencarian untuk mencari konten di karinsarisaputra.com
Dapatkan konten terbaru belajar Bahasa Inggris yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda.
#4 Enam Hal Perbandingan Struktur Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Terdapat 6 (enam) hal yang dapat diuraikan berdasarkan perbandingan struktur dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris[1], yaitu di antaranya:
- tidak ada perbedaan antara dua bahasa tersebut, misalnya konsonan / l, m, n / diucapkan sama baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
- fenomena konvergen, dua butir atau lebih dalam bahasa pertama menjadi satu butir dalam bahasa kedua, misalnya kata-kata padi, beras, nasi dalam bahasa Indonesia menjadi satu dalam bahasa Inggris, yakni rice.
- ketidakadaan, butir atau sistem tertentu dalam bahasa pertama tidak terdapat atau tidak ada dalam bahasa kedua atau sebaliknya. Misalnya sistem perjamakan dengan penanda {-s} atau {-es} dalam bahasa Inggris tidak ada dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya sistem perjamakan dengan pengulangan kata dalam bahasa Indonesia (meja-meja, kursi-kursi, sayur-sayur) tidak ada dalam bahasa Inggris.
- beda distribusi, butir tertentu dalam bahasa pertama berbeda distribusi dengan butir yang sama dalam bahasa yang kedua, misalnya fonem /ng/ dalam bahasa Indonesia dapat menduduki posisi awal, tengah, dan akhir (ngeri, dengan, sayang). Sedangkan dalam bahasa Inggris fonem /ng/ menduduki posisi tengah dan akhir (linguistic, sing).
- tiada persamaan, butir tertentu dalam bahasa pertama tidak mempunyai persamaan dalam bahasa kedua, misalnya predikat kata sifat dan kata benda dalam bahasa Indonesia tidak terdapat dalam bahasa Inggris. Misalnya: Dia kaya → He is rich; Dia guru → He is teacher.
- fenomena divergen, satu butir tertentu dalam bahasa pertama menjadi dua butir dalam bahasa kedua. Misalnya kata we dalam bahasa Inggris menjadi kita atau kami dalam bahasa Indonesia.
[1] Analisis atau studi kontrastif merupakan suatu proses kerja yang memiliki empat langkah, yakni membandingkan struktur bahasa pertama dengan bahasa kedua, memprediksi kesulitan belajar dan kesalahan berbahasa, memilih bahan pengajaran, serta menentukan cara penyajian bahan yang tepat dalam rangka mengefesiensikan dan mengefektifkan pengajaran bahasa kedua (Lubis, tanpa tahun).
Lebih jelasnya, hasil dari bentuk bunyi tuturan vokal dan konsonan ditampilkan dalam bentuk bagan dan tabel (lihat Dardjowidjojo, 2009: 50). Berikut bagan bentuk bunyi huruf vokal penutur bahasa Indonesia.

Berikut tabel bentuk bunyi huruf konsonan penutur bahasa Indonesia.

Selanjutnya, berikut ditampilkan penampang fitur linguistik fonologis berupa bentuk bunyi huruf vokal dan konsonan bahasa Inggris. Berikut bagan bentuk bunyi huruf vokal bahasa Inggris (ibid.: 122).

Terakhir, berikut penampang tabel bunyi huruf konsonan bahasa Inggris (ibid.: 103).

Adanya perbedaan aksen ialah terletak pada perbedaan dari struktur fonologis yang dimiliki oleh suatu bahasa. Mengetahui perbandingan fonologis dari bahasa yang sedang kita pelajari akan memberikan pemahaman bahwa ketidaksempurnaan dalam hal aksen adalah normal.
NANTIKAN LINGUISTICS SERIES BERIKUTNYA
Tersedia Bimbingan dan Referensi Bacaan
(*) Informasi Daftar Acuan
Silakan tanyakan pada kolom komentar untuk sumber acuan yang dipakai pada tulisan ini.
Discover more from Karin Sari Saputra
Subscribe to get the latest posts sent to your email.