Dear kind people,
Saya memiliki masalah yang sangat serius di diri saya pribadi. Saya orang yang penuh masalah. Saya tidak memiliki empati terhadap orang lain, komunikasi yang buruk dan segala sesuatu yang tidak menyenangkan ketika berinteraksi dengan orang lain. Saya merasakan benar hal itu dari semenjak saya kecil.
Saya tidak benar-benar mengenal diri saya sendiri, saya tidak tahu siapa saya. Pertanyaan-pertanyaan mendasar siapa saya dan mengapa saya ada di sini pun saya tidak mampu menjawabnya. Saya telah menyakiti banyak orang. Saya memang penuh ketakutan, entah apa yang terjadi dalam sisi psikologis saya hingga saya seperti ini. Namun, ketika saya menonton drama Korea yang berjudul She was Pretty, saya menyadari bahwa kita selalu mudah untuk menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidup kita, tentang masalah-masalah yang kita timbulkan atau kekurangan-kekurangan kita yang menimbulkan kerusakan bagi orang lain.
Gue masih terus menulis, mencoba mendeskripsikan apa yang sebenarnya gue rasakan. Dengan kata lain, semacam persiapan saat gue perlu menemui psikiater. Parahkah kondisi kejiwaan gue? Wait, perlukah informasi Drama Korea ditulisan gue ini, my goodness..
Je, yang terbaik yang harus disadari ialah janganlah seperti itu, tetapi belajarlah. Bagaimana sesungguhnya solusi itu ada diri kamu sendiri Je. Kamu tahu bahwa kamu bisa memulainya lagi, meskipun ini sudah sangat terlambat di usiamu yang sekarang untuk belajar menemukan jati diri.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya hidup ini selalu berproses untuk menemukan jati diri kita yang sebenarnya, bahwa hidup ini juga adalah pencarian tentang semua pertanyaan-pertanyaan yang terlontar di diri kita, sekeliling kita, atau lingkungan yang lebih luas lagi.
Lalu, bagaimana Je? Sudah menemukan definisi tanggung jawab itu?
Kamu harus mengerti Je bahwa.. ah sudahlah sebelum ke hal rumit yang memang sebenarnya banyak sekali tanggung jawabmu akan lebih baik kalau kamu mengenal dirimu dulu Je.
Apakah maksudnya gue harus belajar psikologi, cara berkomunikasi, bertanggung jawab, belajar mengenai kehidupan atau apa?
Yang selalu ada dipikiran gue ialah gue ingin ke pesantren. Bukan untuk melarikan diri dari kehidupan dunia, melainkan untuk lebih mengenal diri sendiri.
Masih ingat sinetron Jungkir Balik Dunia Sissy, Je? Sebenarnya kamu memerlukan kehidupan yang hidup. Yang akan mengajarimu banyak hal tentang kehidupan. Atau sebuah perjalanan.
Iya, dan entah berapa kali gue gagal dan kurang mampu memenuhi tugas dan tanggung jawab gue di posisi sekarang ini.
Padahal waktu terus berjalan, mengapa gue tidak mampu untuk memaksimalkan dan mengejar yang gue inginkan?
Mengapa kamu terus-menerus hidup di kehidupan orang lain, Je. Kalau kamu mau mengejar beasiswa, maka persiapan apa yang sudah kamu lakukan. Kalau kamu memilih tujuan lain, apa usaha kamu untuk ke sana? Bahkan kamu tidak memiliki tujuan spesifik kan Je untuk menjadi apa atas peran dan kontribusinya pada dunia ini.
Gue harus bagaimana?
Cobalah katakan tidak pada suatu hal yang tidak kamu sukai, Je. Kamu tidak bisa memenuhi semua permintaan orang.
Lalu, tanggung jawab dalam keluarga juga bukan sepenuhnya urusan gue, kan? Namun, Allah memberikan pahala bagi yang berbuat baik kepada Ibu dan Bapak.
Tolong Je pikirkan juga apa yang menjadi keinginan kamu. Kamu itu dihisab sendiri. Allah akan meminta pertanggungjawabanmu, kamu tidak bisa bilang itu atas suruhan dan permintaan orang lain. Memangnya kamu tidak bisa menolak? Allah menilai atas apa yang sudah kamu lakukan dan perbuat. Kalau kamu bisa menolak dengan hati, tapi itu selemah-lemah iman, Je. Kamu harus ingat itu.
Mulai sekarang coba lagi untuk bisa mengetahui bagaimana posisimu atas apa yang lebih berhak terhadap dirimu lebih dari siapa pun. Penuhi dulu yang lebih berhak dan kamu pun harus bertanggung jawab atas pilihan dan sikap yang telah kamu ambil.
Temukan (kembali) dirimu Je. Belum terlambat karena Allah masih memberimu umur dan nafas. Je, berusahalah.
•••
2
Karin Sari Saputra
Discover more from Karin Sari Saputra
Subscribe to get the latest posts sent to your email.