Saya masih mengingat mata kuliah itu, suasana ruang kelas, teman-teman dan tentu saja sang dosen. Bahasan pada hari itu sangat menarik perhatianku, memfasilitasi minat daya pikirku. Dosen berkata tulislah tentang turning point atau titik balik. Titik balik kehidupan yang membawamu menjadi seorang pribadi yang berbeda atau mengubah hidupmu. Benar-benar bahasan materi kuliah yang mengesankan dan mengingatkanku mengenai alasan berbagai peristiwa hidup yang kuterima dan kujalani.
Semuanya yang pernah kutulis dan kubaca, semua yang pernah hadir dan kurasakan, semua yang kulihat dan kutemui, semua yang kudengar dan kukatakan, dan semua apa pun tindakan yang terjadi pada diri setiap individu benar-benar berakibat dan berakhir pada suatu alasan. Alasan yang kusadari saat ini untuk memutuskan menghadirkan keikhlasan, yakni rasa pada sebuah penerimaan yang baik.
Seperti sebuah rol film yang diputar balik ke belakang, rekam kejadian hadir dengan potongan-potongan rentetan kejadian yang sangat kukenal. Perjalanan hidupku.
Benar.
Benar.
Benar.
Benar.
Ternyata benar.
Semua itu benar.
Saya menyakini satu hal sekarang, yaitu benar. Benar bahwa yang terjadi pada akhirnya membawa kebaikan dan benar itulah yang terbaik yang dapat kuterima, atas apa yang sudah terjadi. Namun, hari ini masih kugenggam dan masa depan masih misteri yang sangat mungkin dipengaruhi genggaman hari ini yang sudah diberikan dan akan kulalui. Artinya, saat pagi masih menyapaku, menandakan hari telah berganti menjadi hari yang baru, saya tahu bahwa berputus asa menjadi tidak berlaku. Kesempatan selalu ada atas hari baru yang dianugerahkan kepadaku, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Kemunduran tidak mematahkan semangat saya dalam waktu lama. Saya akan bangkit kembali.
Dalam karier, seringkali saya ingin berhenti saja, ketika saya ingin menyerah dan melakukan hal yang lebih mudah. Tapi, selalu ada saja orang yang, dengan cara tertentu, menyatakan kepada saya untuk maju terus. Saya rasa semua orang membutuhkan seseorang seperti itu. Bukankah begitu?
Penting bagi saya untuk menyelesaikan apa yang saya mulai. Apa pun yang kita kerjakan, kita harus mengerjakannya sampai tuntas. Begitu kita berkomitmen, kita harus mendisiplinkan diri untuk melakukannya.
Kebanyakan orang lahir dengan potensi luar biasa. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah mereka terdorong untuk mengerahkan kerja keras dan ketabahan mereka semaksimal mungkin. Ketabahan adalah tentang mempertahankan cita-cita level puncak yang sama selama jangka waktu yang sangat panjang. Yang saya maksud adalah bahwa kita peduli dengan cita-cita yang sama itu secara kekal, setia, dan mantap. Tidak plin-plan. Memiliki prioritas sesuai urutan. Bukankah telah datang waktu yang tepat untuk membuat keputusan?
•••
Karin Sari Saputra
Discover more from Karin Sari Saputra
Subscribe to get the latest posts sent to your email.