Kami. Tiga orang. Kami adalah tim yang hebat.
Dulu kami tim yang hebat. Saya seharusnya mengingat saat itu sebagai suatu prestasi yang mencengangkan. Ketika kami berpisah dan mengedepankan ego kami masing-masing, kami hancur.
Kami tahu bahwa kami tim yang hebat dan kami kurang mengenal visi untuk lebih merekatkan kami.
Kami tahu bahwa kami tim yang hebat. Kami menyenangi semua unsur dan proses kreasi kami.
Kami tahu bahwa kami tim yang hebat. Rasanya terpukul, sangat terpukul bahwa yang seharusnya kami menang, tetapi nyatanya kami tersingkir karena ego yang besar telah memisahkan bakat kami masing-masing di tim yang salah. Padahal kami tahu bahwa kami tim yang hebat.
Saya, dia, dan dia tahu saat kami bersatu adalah yang terhebat. Bukan harus selalu pasti juara satu, melainkan kami terhebat mewujudkan angan kami dan menghiasnya menjadi produk nyata penuh manfaat; dan bagi kami itulah yang kami nilai. Kami tidak peduli skeptisme orang lain karena tentu kami punya keyakinan, menyakini nilai kami yang mampu diikuti bukan kami yang mengikuti nilai mereka.
Kami tahu bahwa kami adalah tim yang hebat.
Dan mentor kami. Mentor kami tidak menaruh perhatian besar menjembatani kami melanggengkan kami tetap menjadi tim yang hebat.
Kami tahu bahwa kami adalah tim yang hebat. Ada tiga orang. Dia, pertama, yang luar biasa mendesain, indah, kreatif, imaginatif, tidak terkalahkan, seorang bakat besar mengagumkan. Terlahir dengan kepiawaian sempurna. Cepat. Sangat cepat.
Kedua, dia yang satu lagi. Dia luar biasa, yang mampu cepat menangkap bentuk paling abstrak di ruang pikiran orang mana pun menjadi pas dan sesuai dalam wujud nyata dan dia menuangkannya dengan sangat baik. Dialah sosok kompeten yang mampu menjadi pendengar, pengamat yang baik, diam dan langsung bekerja.
Ketiga, seorang dia yang terakhir. Dia adalah diri ini, sang komposioner ide, perancang letak, susunan keindahan, keserasian, keseimbangan, dengan estetika kesederhanaan berkualitas yang tampak dinamis dan terpercaya. Pemikir dalam. Sang pemikir, visioner.
Dan.
Kami tahu bahwa kami adalah tim yang hebat.
Kami menyesali dan belajar satu hal penting. Ego.
Dan.
Pengalaman memang memberi pelajaran paling berharga, tidak ternilai.
Kami tahu bahwa kami adalah tim yang hebat.
Dan saya tahu, saya merindukan tim kami.
Dan saya tahu tim seperti apa yang saya cari.
Dan saya tahu, saya harus menemukan dia dan dia.
Kami adalah tim yang hebat.
Tiga orang dalam satu tim yang hebat.
Tim yang hebat, yang bukan sekadar berambisi mewujudkan mimpi dan berkontribusi membawa perubahan pada dunia menjadi lebih baik. Karena kami tahu bahwa kami tim yang hebat, yaitu kami yang akan membantu setiap orang berkembang. Ya, kami adalah tim yang hebat.
•••
Karin Sari Saputra
Discover more from Karin Sari Saputra
Subscribe to get the latest posts sent to your email.