[Linguistics Series] #1 Mengenal Psycholinguistics

Terms of Use:
Konten ini milik Elingway: Learning Any Language Differently.
Anda boleh mempublikasikan sebagian atau seluruh konten ini dengan syarat:
Cukup dengan menyertakan link pada tulisan tersebut dan/atau mengutip alamat konten ini.
Copyright © 2022 Karin Sari Saputra. All rights reserved. 

Tidak menemukan topik belajar Bahasa Inggris yang Anda cari? Ketikkan yang Anda cari di kolom pencarian untuk mencari konten di karinsarisaputra.com

Dapatkan konten terbaru belajar Bahasa Inggris yang dikirim langsung ke kotak masuk Anda.

#1 Pengantar Singkat Psikolinguistik

Sebelum membahas lebih jauh mengenai psycholinguistics, kita harus memahami etimologi bentuk kata psycholinguistics didasarkan atas ranah morphology yang terdiri atas psychology dan linguistics.

Sebelum istilah ini muncul dan mulai dipakai pada tahun 1953, kajian ini bermula dari perkembangan ilmu psikologi. Psychology (dalam bahasa Inggris) berasal dari bahasa Greek (Yunani), yaitu dari akar kata psyche yang berarti ruh, jiwa, sukma dan logos yang berarti ilmu.

Ilmu psikologi di awal kemunculannya berinduk pada ilmu filsafat yang berhubungan dengan filsafat Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM). Mereka menganggap bahwa kesadaran manusia berhubungan dengan ruhnya.

Pada tahun 1879 psikologi melepaskan diri dari filsafat, sehingga menjadi ilmu yang mandiri.

Pada perkembangannya, J. B. Watson (1978-1958) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang berkenaan dengan tingkah laku atau perilaku manusia. Crow & Crow menekankan perilaku manusia ini baik secara jasmani (psikomotor) maupun rohani (kognitif, afektif).

Saat ini, psikologi ialah ilmu yang mengkaji proses berpikir manusia dan segala manifestasinya yang mengatur perilaku manusia itu. Tujuan mengkaji proses berpikir itu adalah untuk memahami, menjelaskan dan meramalkan perilaku manusia.

Sementara itu, linguistik merupakan ilmu yang memelajari bahasa manusia. Bahasa dalam konteks linguistik dipandang sebagai sebuah sistem bunyi yang arbitrer, konvensional dan dipergunakan oleh manusia sebagai sarana komunikasi.

Psikolinguistik menurut Aitchison (1984) membatasi psikolinguistik sebagai studi tentang bahasa dan pikiran. Tujuan utama seorang psikolinguis ialah menemukan struktur dan proses yang melandasi kemampuan manusia untuk berbicara dan memahami bahasa. Psikolinguis tidak tertarik pada interaksi bahasa di antara penutur bahasa. Yang mereka kerjakan adalah menggali apa yang terjadi ketika individu berbahasa.

NANTIKAN LINGUISTICS SERIES BERIKUTNYA

Tersedia Bimbingan dan Referensi Bacaan

(*) Informasi Daftar Acuan

Silakan tanyakan pada kolom komentar untuk sumber acuan yang dipakai pada tulisan ini.

<img alt="<strong>Karin Sari Saputra
Karin Sari Saputra

Founder of Elingway: Learning Any Language Differently
Berbeda – Mendukung – Memberi Lebih


Discover more from Karin Sari Saputra

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply