“Hanya kamu yang dapat mengubah dirimu.” (Aldous Huxley)

Ingatlah nasihat Imam Syafii: Orang yang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.

Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha Mendengar (A. Fuadi-Penulis National Best Seller Novel Negeri 5 Menara)

Sebelumnya saya menyatakan tertarik pada topik mengenai Corpus. Tapi, pemahaman saya perihal topik tersebut belum sepenuhnya mengikat makna. Saya masih disamarkan dengan apa sebetulnya Corpus tersebut. Ketika saya pada waktu itu (Jumat, 07 Juni 2013) memberanikan diri menghadap Pak Allan1, bahwa beliau adalah salah seorang yang menyusun disertasi berkenaan dengan topik ini, maka saya sedikit banyak mengetahui inti dari Corpus itu apa.

Lalu, inti Corpus sebagaimana yang dimaksudkan oleh Pak Allan, yakni bahwa Corpus merupakan seperangkat kumpulan kata yang bersifat leksikal saja dan itu memiliki banyak makna tergantung dari konteks yang ada. Sebagai contoh adalah kata bunga. Bunga dapat bermakna sebagai sejenis tumbuhan, tetapi juga kata bunga dapat bermakna yang lain jika kata tersebut terdapat dalam istilah perbankan.

Merujuk pada minat saya yang berawal dari ingin mengkontekstualkan bahasa Inggris untuk spesifikasi bahasa Inggris bisnis, maka saya sedikit mengalami kebimbangan. Memang saya belum mengumpulkan referensi bacaan terkait Corpus, hanya saja ini sangat menarik.

Pada intinya saya ingin membangun proyek komersil. Komersil dalam arti positif. Selain, saya ingin menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, saya ingin mendapatkan ‘nama’, ke depannya saya ingin membangun sekolah, perpustakaan dan tempat riset. Saya bukan ingin bersikap arogan, tetapi lebih kepada saya ingin menunjukkan suatu terobosan konsep baru untuk memajukan pendidikan, khususnya dalam bidang bahasa sesuai dengan disiplin ilmu yang saya tekuni.

Dalam daripada itu, seperti yang telah sedikit saya singgung di awal bahwa saya tertarik pada tema besarnya ESP (English for Specific Purposes). Saya kerucutkan kembali bahwa ESP yang saya maksudkan adalah ESP untuk komunikasi bisnis. Itulah tema besar pertama yang terlintas dalam benak saya.

Selanjutnya, ketika saya membaca satu buku menarik2 dan novel3 yang sangat menginspirasi saya terpikir kembali. Saya lantas teringat pernyataan dari Pak Allan bahwa sebaiknya saya juga mengedepankan rasa rasional. Kita harus sedapat mungkin mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan entah baik atau buruk sehingga dapat sukses mewujudkan mimpi ini.

Mungkin, setelah saya bertanya lebih dalam kepada diri saya sendiri, yang saya mau adalah saya ingin menciptakan sumber manusia yang kompeten. Karena hal ini terkait dengan isu ASEAN Community 2015 mendatang bahwa saat itulah datang era perdagangan bebas. Aspek ekonomi dan bisnis sangat dikedapankan di era itu. Berdasarkan landasan ini, saya terpikir untuk menghasilkan suatu konsep yang dapat dijadikan semacam kegiatan pelatihan yang dapat digunakan oleh banyak para pelaku dunia usaha untuk dapat bersaing, berkembang dan tentu saja memiliki kompetensi unggul dalam pergaulan antar negara ASEAN. Bukan sesuatu hal yang mustahil, jika hal ini mulai dipikirkan dari segi bahasa terlebih dahulu. Oleh karena itu, tema besar yang saya angkat mengenai ESP, yakni bahasa Inggris untuk komunikasi bisnis dirasa sangat cocok dan tepat guna.

Didukung oleh referensi mengenai sosok Thomas J. Leonard (1955-2003) yang merupakan pendiri CoachVille, asosiasi dan sekolah pelatihan terbesar di dunia untuk perkembangan pribadi dan perusahaan, saya terilhami untuk mengaplikasikannya di sini. Mungkin ini semacam replikasi, tetapi ada sentuhan modifikasi dari saya sendiri yang akan sangat terkait dengan aspek bahasa dan budaya lokal di Indonesia. Sehingga dapat memunculkan dan menonjolkan kekhasan yang lebih bernilai di mata negara ASEAN lainnya.

Pada akhirnya, muncul pertanyaan dalam benak saya. Apakah konsep  proyek ini akan sedikit bergeser pada topik CPD (Continuous Professional Development)? Dan apakah keputusan akhirnya, saya harus membuat sebuah modul khusus yang dapat dipergunakan sesuai dengan sasaran yang ingin saya capai?

Pengumpulan data nantinya akan sangat kompleks. Apakah saya harus membatasi diri pada salah satu perusahaan saja? Ataukah saya harus berpikir mengeneralisasikan konteks-konteks situasi bisnis yang kemungkinan terjadi dengan berasaskan pada seluruh aspek budaya anggota negara-negara ASEAN? Itulah beberapa yang membuat saya bingung untuk sementara ini.

Solusinya adalah bahwa saya secepatnya harus mengumpulkan seluruh referensi bacaan, baik buku, artikel, atau pun jurnal sehingga saya dapat tercerahkan kembali sehingga dapat menentukan langkah selanjutnya secara tepat.

Akhir bulan Juni ini saya harus sudah rampung untuk pengumpulan data dan sekaligus ikhtisar bacaan tersebut.

Selain satu proyek prestisius tersebut, saya memiliki beberapa deadline yang lain. Saya harus menyelesaikan proposal penelitian untuk pengajuan beasiswa tesis, lalu saya pun harus segera membuat essai mengenai Indonesia yang lebih baik untuk saya ajukan dalam kompetisi, sehingga saya berharap dapat terbang ke Den Haag.

Deadline saat ini yang ada di depan mata adalah deadline ‘Analisis Kebutuhan Belajar Bahasa Inggris’ untuk mata kuliah bu Yayuk4 dan soal-soal take home exam dari tiga mata kuliah yang diampu oleh bu Sisil5.

Deadline untuk bu Yayuk tanggal 14 Juni 2013, tetapi saya masih terkendala dengan belum terisinya kuesioner dan wawancara untuk dianalisis. Ya Allah, tolong permudahkanlah. Aamiin. Man jadda wajada.

Deadline untuk bu Sisil tanggal 21 Juni 2013. Saya siap untuk mengerjakannya, insya Allah tidak ada keluhan, saya ingin berpikir ikhlas, dan soal-soal ini bermanfaat bagi saya.

Baiklah, inilah sejumlah pemikiran-pemikiran yang akhirnya saya keluarkan, semoga selalu diberikan kelancaran dan kemudahan. Aamiin yaa Rabb.

Karin Sari Saputra

Footnotes

1       Dr. Allan F. Lauder, M.A. (Konsultan Rektor Universitas Indonesia)

2       Mengikat Makna Update (Hernowo, 2009-Bandung: Kaifa PT. Mizan Pustaka)

3       Novel Negeri 5 Menara (A. Fuadi, 2009-Jakarta: PT. Gramedia)

4       Prof. Dr. Rahayu Surtiati Hidayat (Dosen mata kuliah Rancangan Kurikulum dan Silabus)

5       Sisilia Setiawati Halimi, S.S., M.A., Ph.D. (Dosen mata kuliah Teori-teori Pengajaran Bahasa Asing, Isu-isu Mutakhir di Bidang Pengajaran dan Pengajaran Empat Keterampilan Bahasa)


Discover more from Karin Sari Saputra

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply