Girl Talk: “Pacaran itu penting gak sih?”

Malam semakin larut dan ternyata saya tergerak juga untuk menulis satu topik yang agak segan saya ulas. Saya merasa belum sepenuhnya menguasai topik ini. Baiklah, tidak mau terkesan bertele-tele, langsung saja bahwa hal yang saya bahas berikut ini berawal ketika saya mendapatkan pertanyaan menarik dari Ria (hello^^).

Dia bertanya “pacaran itu penting gak sih?”

Saya cukup tertegun sejenak. Respons langsung saya saat itu hanya sekedar menjawab kalau di Islam tidak mengenal pacaran, tetapi ada istilah ta’aruf. Jadi begini, saya ingin mengawali penjelasan ini dengan pikiran terbuka dan tidak mau menggurui atau memaksakan persepsi, namun saya ingin kita dapat sama-sama memahami.

Sebelum menjawab, saya coba analisis dahulu pertanyaannya. Yang ditekankan dalam pertanyaan itu adalah penting atau tidaknya berpacaran. Simplifikasinya, ‘penting’ itu merujuk pada tujuan dan fungsi dari pacaran. Secara sistematis kalau mau mengetahui tujuan dan fungsi suatu hal, maka kita perlu tahu dulu definisi hal itu.

Nah, apa itu pacaran?

Ria, sebelum memutuskan mau berpacaran atau enggak, ada yang mau mba bagi. Simak ya :)

Hmm.. mba pernah pacaran dan itu memang mulai pas lagi masa-masa remaja seperti Ria sekarang. Saat itu muncul kan yang namanya perasaan suka sama lawan jenis. Bermacam-macam juga alasan kok bisa suka, entah karena dia pintar, lucu, baik, jago olahraga, cakep dan lain-lain. Sebenernya kalo dipikir-pikir kalo hanya alasan itu kenapa harus ada istilah ‘jadian’ lalu mereka berpacaran. Padahal alasan suka seperti itu juga kerap kali dipakai untuk mendefinisikan teman-temannya atau sahabat kita. Kebanyakan itu hanya sekedar ikut-ikutan, gak mau dicap jomblo, penasaran, atau sekedar status, hehehe. Haduh, mba malah saat itu gak paham pacaran itu apa. Mba mikirnya pacaran itu lebih dekat lagi dari teman-teman yang biasa. Mungkin lebih spesial ya. Tapi, semakin ke sini mba menyadari sesuatu.

Identiknya kalo orang berpacaran itu seringkali berdua-duaan dan hanya untuk sekedar senang-senang. Mereka berdalih kalo pacaran itu penting untuk mengenal satu sama lain. Jadi, disimpulkan kalo pacaran itu adalah aktivitas untuk saling mengenal pribadi masing-masing. Lalu, kalau udah saling mengenal memangnya untuk apa? Pada intinya, jawabannya adalah untuk mengetahui kecocokan, apakah bisa langsung segera menikah atau enggak. Nah, itu untuk mereka yang biasanya udah cukup umur untuk bisa menikah, tapi kalo pacaran anak-anak remaja, buat apa?

Lalu, kebanyakan menjawab untuk penambah motivasi, tempat curhat dan banyak lagi istilahnya. Percaya deh, penambah motivasi? Yang ada banyak galau-galauan. Bikin gak fokus. Dari segi logika, mba nyesel banget Ria, kok bisa-bisanya pacaran. Nilai-nilai turun drastis, yang dipikirkan hanya main, belum lagi ada masalah dan sebagainya. Lebih banyak mudharatnya. Wah, belum kalo disinggung dari segi agama. Mba hanya bisa mohon ampun, beristighfar, berdua-duaan dengan yang bukan muhrim dilarang oleh agama.

Dan pacaran yang dilakukan oleh orang-orang yang udah cukup umur untuk proses menilai bibit, bebet, bobot sebelum siap menikah juga patut dipertanyakan. [Pacaran tidak menjamin kita akan tahu sifat calon suami atau istri sesorang. Jadi gimana dong? …. Sholat Istikhoroh, minta petunjuk kepada Allah. Walaupun bibit, bebet, bobot tetap harus dilihat ya. Carilah yang sepadan. Namun yang terutama carilah yang pemahaman agamanya baik. Lalu istikhoroh, Berdoalah: “Ya Allah, kalau memang ia baik untukku mudahkanlah, jika tidak baik untukku jauhkanlah” http://setetes-embun-di-pagi-hari.blogspot.com/2011/12/pacaran-menurut-islam-pedoman-mencari.html ]

Dan ini mba cantumkan beberapa perbedaan pacaran dan ta’aruf diadaptasi dari http://hendriyana.abatasa.co.id/post/detail/24937/perbedaan-pacaran-dengan-taaruf.html lebih lengkapnya bisa dikunjungi langsung :)

Adapun perbedaan pacaran dengan ta’aruf yaitu:

1. Tujuan

– ta’aruf : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.

– pacaran : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah dan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat.

2. Kapan dimulai

– ta’aruf : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.

– pacaran : saat sudah diledek sama teman: ”kok masih jomblo?”, atau saat butuh teman curhat, atau yang lebih parah saat taruhan dengan teman.

3. Pertemuan

– ta’aruf : pertemuan dilakukan sesuai dengan adab bertamu biasa, dirumah sang calon, atau ditempat pertemuan lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. Dan frekuensi pertemuannya, lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.

Selama pertemuan pihak laki dan perempuan dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan, kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.

Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah.

– pacaran : pertemuan yang dilakukan hanya berdua saja, pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari kalo nggak ada yang komplain juga nggak apa-apa. Pertemuannya di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik dll. Frekuensi pertemuan lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu. Adapun yang dibicarakan cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

4. Lamanya

– ta’aruf : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. Dan ketika informasi sudah cukup (bisa sehari, seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?

– pacaran : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

5. Saat tidak ada kecocokan saat proses

– ta’aruf : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan harus cara yang baik dan menyebut alasannya.

– pacaran : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.

Mba menulis ini hanya berniat untuk amar ma’ruf nahi munkar (untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat). Dengan Ria menanyakan hal itu, mba juga menjadi belajar dan mencari lebih banyak lagi yang sebenar-benarnya. Karena mba pernah melakukan itu dan mba menyesal.

Ria, menurut Ibnu Rusyd yang merupakan salah satu orang paling jenius yang pernah lahir di peradaban muslimdia lahir di Cordoba, Spanyol, pada tahun 1126 dan meninggal tahun 1198 di Marrakesh, Maroko mengatakan “kalau orang terpelajar tak lain adalah mencari kebenaran dan bukan menyebarkan keraguan”.

Beliau pun adalah seorang rasionalis dan menyatakan berhak menunjukkan segala sesuatu kepada perhitungan akal, kecuali dogma-dogma keimanan yang diwahyukan. Artinya, tidak perlu lagi kita mencari-cari alasan bahwa hal itu seakan dibenarkan padahal dalilnya sudah jelas tertulis pada QS. Al Isra (17: 31) “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”

Semoga kita selalu diberikan petunjuk oleh-Nya. Marhaban yaa Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin.

Karin Sari Saputra


Discover more from Karin Sari Saputra

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

3 thoughts on “Girl Talk: “Pacaran itu penting gak sih?”

  1. baru sempet comment hehe :D.
    keren miss, pengen banget bisa nulis yg berbobot dan terstruktur seperti tulisan-tulisan yang udah miss buat.
    miss makasi banyak yah :D
    you’re my everything hehe

Leave a Reply