Bukan ‘Pinter Keblinger’. Tapi, Berilmu disertai Iman

Sebenarnya saya sudah mempunyai cukup banyak alasan kenapa manusia itu harus belajar. Harus menuntut ilmu. Mulai dari alasan sederhana sampai dengan alasan yang bersifat ideologis. Agak tergelitik, ketika saya membaca kembali apa yang saya tulis di Facebook ‘About You’. Saya menulis “teruus belajar mpe mati (wajib kn) klo ga gt bs ketinggalan jaman and gaptek hahaha RUGI BESAR!”—-ditulis sekitar tahun 2009-2010, awal-awal mempunyai akun facebook.

Well, bagi seorang muslim wajib untuk menuntut ilmu. Terdapat kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Sebenarnya ilmu hanyalah merupakan suatu alat untuk mendekatkan diri kita kepada Allah. Adapun fungsi ilmu itu antara lain adalah :

1. Sebagai petunjuk keimanan (QS. 22:54, 3:7, 35:28)

2. Sebagai petunjuk beramal

Dapat disimpulkan bahwa berilmu itu harus disertai dengan iman. Ilmu tanpa iman hanya menghasilkan orang-orang pintar yang tidak amanah (baca: KORUPTOR). Dengan ilmu, orang akan dikejar oleh harta, tahta dan derajat yang tinggi dan ilmu tanpa iman, mereka akan mengejar harta, tahta dan jabatan itu. BUKANKAH KORUPSI BERPANGKAL PADA HASRAT MENGEJAR HARTA? BUKANKAH KORUPTOR SAAT INI KEBANYAKAN BERDASI = KAUM TERPELAJAR = KAUM INTELEKTUAL?

Jadi, saya hanya mencoba menekankan untuk meninjau kembali tujuan kita belajar. Tujuan kita menuntut ilmu. Miris dengan pelbagai pemberitaan mengenai kasus-kasus hukum di Indonesia. Dan bukan bermaksud untuk menuding dan menyalahkan pihak-pihak manapun, tetapi yang lebih penting dari itu semua adalah individu masing-masing. Semua memang dimulai dari diri sendiri. Analoginya, perbaiki hulu kemudian hilir.

Semua masih bisa diperbaiki, semua masih diubah. Sungguh ini belum terlambat asalkan ada kemauan. Niat. Sekali lagi, mulai dari diri sendiri. “Tujuanku belajar, mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan menjadi buruh kolonial, bukan menjadi agen lembaga internasional, bukan menjadi beban keuangan negara, bukan robot-robot hidup yang siap dimainkan bak mesin pabrik dan tujuan kampus itu didirikan bukan untuk mencetak robot robot bernyawa tapi MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA sebagaimana amanah konstitusi dan jiwa Pancasila.”

Berharap tetap konsisten dan tidak terkontaminasi. Berdoa tetap berada di jalan-Mu yang lurus dan memohon perlindungan dari pelbagai godaan. Istiqomah dan amanah. Maka dari itu, semoga kami menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Aamiin yaa Rabb. Jauhkan ragu kami yaa Rabb, bahwa sesungguhnya kami dapat bertahan walau orang-orang di seluruh dunia tidak berpihak pada kami. Engkaulah sebaik-baik penolong bagi kami. Bertahan dalam keadaan sulit seperti apa pun untuk tetap menjunjung kebenaran dan keadilan. Yaa Rabb di masa lalu, kami adalah orang-orang khilaf dan banyak salah, tetapi kami ingin berubah. Ridhoi kami. Kami mohon pada-Mu.

Karin Sari Saputra


Discover more from Karin Sari Saputra

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply